Patutkah Jilbab Disalahkan?

Dear Allah...

   Malam ini tanggal 6 Oktober 16 aku jengkelll banget. Ini malam di mana aku udah gak kuat untuk nahan rasa kesal, jengkel, gak suka sama yang namanya toleransi dan akhirnya bisa meluap di tempat ini. Aku, Ajeng seorang muslimah yang pakai jilbab dari SMP sampai detik ini ketika hendak berpergian. Aku memakai jilbab memang awalnya karena perintah orang tua, namun setelah ku dewasa aku sadar ini adalah perintah Allah dan Allah lah yang mengirim kedua orang tuaku untuk menyadarkanku akan kewajiban berhijab. 

   Memang awalnya aku pakai jilbab masih buka tutup, Cuma pakai jilbab kalo pergi-pergi dan kalo pergi jauh pakai kendaraan pribadi suka buka jilbab juga. Aku sadar itu dosa, aku sadar auratku kemana-mana. Namun, benarkan jika ada seseorang yang melihatku ketika auratku terbuka, atau ketika aku gak melaksanakan perinta Allah dan orang tua, atau ketika aku masih suka ketawa sekenceng geledek di depan orang-orang, lalu dia atau kamu atau siapapun melontarkan komentar “Percuma pake jilbab kalo kelakuannya gitu”.

   Woy, plis dicatet dicamkan disimpen di otak sampai meninggal. Jangan pernah bawa-bawa jilbab buat ngejelekkin yang make. Woy, demi Allah aku sebagai muslimah yang walaupun imannya masih cetek lebih cetek daripada kubangan air di margonda sakit hati ketika ada yang bilang
“Pake jilbab kok kelakuannya gitu”
“Ngapain berjilbab kalo suka bermaksiat”
“Malu sama jilbabnya tapi kelakuannya kayak ....”


   Demi ALLAH aku sakit hati ketika ada yang berbicara seperti itu. Bisa gak sih gak usah bawa-bawa jilbab. Oke, mohon maaf sebesar-besarnya. Entah kenapa aku selalu kepo kalimat itu berasal darimana, siapa yang tega bawa-bawa sehelai kain yang Allah wajibkan bagi muslimah untuk menjaga diri dari kejahatan apapun dan aku cari tau sampai aku gak kepo lagi. Subhanallah, bukan aku mau rasis namun mengapa kalian, “orang yang bukan beragama islam” tega berbicara seperti itu? Kenapa? 

  Kalian, ketika gembor-gembor “THIS IS INDONESIA, INDONESIA ITU NEGARA TOLERANSI” kunyah tu toleransi. Gak butuh toleransi kalau ada hubungannya dengan berpendapat buruk mengenai agama. Lalu, bagaimana perasaan kalian ketika ada orang yang di luar agama kalian berkomentar tentang misalnya ada pakaian yang wajib dipakai di agama kalian lalu ketika kalian berperilaku di luar norma dan ada yang mengkait-kaitkan pakaian yang identik dengan agama kalian tadi dengan perilaku kalian yang tidak sesuai norma. Apakah sopan? Apakah baik? Apakah patut diberi toleransi untuk berpendapat jika pendapatnya tersebut seperti itu? Katanya sih gak boleh rasis, tapi katanya aja sih (:

Komentar