What's Your Hobby?

Ketika mendengar kata “Hobi” ada beberapa pasang mata yang langsung berakomodasi, di dadanya ada dugen-dugen, tangannya bercucuran keringat dan jarinya mulai menari di atas keyboard.  Sumpah gak pake demi ini hiperbola. Jangan dicontoh ya adik-adik, ini perlu pengawasan orang dewasa :’) ngomongin dewasa, hobiku ini berkaitan dengan kedewasaan seseorang. Iya gitu? Anggap saja iya dan segeralah mengiyakan agak tulisan ini tetap berlanjut dengan semestinya. Hobi kamu apa?

Oh makan, tapi cita-citanya langsing ya? Oh menulis, tapi suka bingung maksud tulisannya ini gimana setelah lupa cerita yang udah ditulis? Oh menggambar, tapi masih nyontek karya orang lain? Oh jalan-jalan tapi selalu kepentok budget? Haha do not worry be happy dong.. Mau jalan-jalan dengan budget murah dan terjangkau kantong mahasiswa? Eeet tenang saya ngeblog bukan tujuan dagang, promosi atau lain sebagainya. Melainkan saya akan menceritakan jerih payah mahasiswa agar tetap bisa bahagia di atas kapal, bahagia ketampar air asin sambil turun naik, bahagia menghirup oksigen tanpa asep knalpot ataupun rokok dan yang terakhir bahagia karena bisa nambahin postingan di Instagram? Ya kan, gak usah senyum gitu kali bikin meleleh aja(?)

Yang hobi jalan-jalan mana suaranyaa??? Yang di timur? Barat? Selatan? Ujung? Yuk lah bahas tentang hobi jalan-jalan. Jalan-jalan atau bahasa kekiniannya piknik atau traveling. Kalau ngomongin jalan-jalan mah gak akan ada habisnya. Gimana bisa habis, wong Indonesia ini guedeeee banget. Bukan guede lagi tapi how wonderful country is. Kadang saya suka mikir orang-orang yang hobi banget traveling ke luar negeri itu kurang bersyukur atau memang kebanyakan uang ya? Negaranya sendiri aja udah lebih dari kata indah pokoknya segala jauh-jauh ke luar. Mau ke laut? Banyak, tinggal milih, gak pake visa, gak pake money changer, gak pake nyesuaiin musim dan kawan-kawannya. Mau ke gunung? Beuh. Tinggal liat aja galeri dunia (Instagram) tulis keywordnya misal “Morotai Maluku Utara” beuh tempat itu indah jutaan kali bukan sekali ajaa. Walaupun saya pribadi belum pernah kesana, hik. (Ngayal dulu ya permisah) Kalo gak percaya coba tulis “Morotai Maluku Utara” kalo gak bilang “Eh iya bagus” walaupun Cuma dalem hati bisa saya pastikan anda finding on Google nya sambil tutup mata.

Balik lagi ke hobi, hobi itu bro yang hidupnya di lumpur, berkaki empat, warnanya pink. Oke skip abaikan :) apapun hobi tiap orang pasti ada manfaat yang terselip. Usahakan memiliki hobi yang bermanfaat supaya bisa digunakan untuk diri kamu sendiri dan orang lain. Berbagi gak mesti pakai rupiah, menyalurkan hobi kamu misalnya bernyanyi bisa kamu salurkan untuk orang-orang yang terkena musibah atau kegundahan hati yang tak berarti (ini ngaco).

Oiya hampir lupa mau berbagi tips bagaimana cara jadi mahasiswa tapi tetap bisa jalan-jalan. Pertama sisihkan uang jajanmu. Kalau saya pakai cara tanggal hari ini. Misalkan hari ini tanggal 10 maka saya akan menyisihkan uang jajan saya sebanyak 10ribu dan seterusnya. Kalau merasa keberatan sesuai tanggal buat celengan kecil yang susah dibuka. Di celengan itu kamu tulis “Liburan 2016” atau “Yuk Umrah” atau “Mata air merindukanku” saya pribadi sih seperti itu untuk mendongkrak semangat menabung (yeaay). Saya termasuk yang boros dan mudah sekali mengeluarkan uang, paling gatel liat online shop di IG , hikk. Tapi lama-kelamaan karena saya sadar jika saya belanja terus-terusan namun space kamar saya segini-gini aja ni barang mau ditaro mana? Dan saya mulai menata hati untuk bisa menyesuaikan, ibarat putus malem pagi jadi jomblo lagi, harus menerima kenyataan (?)
Setelah menabung, meminta izin orang tua. Ingat minta izinnya jangan dadakan. Bisa-bisa orangtuamu tidak mengizinkan, orang tua tidak percaya akan tempat yang akan kita kunjungi dan keamanan yang kita dapatkan. Butuh proses yang cukup panjang untuk meyakinkan orangtua terutama ayah(bagi anak perempuan) dan sebaliknya, karena setua-tuanya anak perempuan di mata seorang ayah anak perempuannya tadi adalah anak kecil yang haus akan kasih sayang ;’)

Setelah mendapat izin kamu bisa memberikan jaminan kepada orangtua dengan menunjukkan sikap disiplin di rumah. Buat yang kos agak kurang berlaku sih tipsnya ini, hik. Soalnya anak kos lebih mudah dikasih izin atau bahkan gak izin (haha). Kamu tunjukkin kamu anak mandiri, bisa menata hidupmu lebih baik dari sebelumnya. Kalau kamu gak bisa nunjukkin kedisiplinan kamu bagaiman orangtua bisa percaya :’)

Lalu kamu bisa mulai mengsinkronkan jadwal dengan teman-teman dan perluas jaringan. Karena sesungguhnya open trip akan lebih terjangkau harganya dibanding kita jalan sendiri dan nyari-nyari semuanya sendiri. Untuk pemula open trip sangat dianjurkan, karena kalian masih butuh pendamping tour (bukan pendamping hidup, kalaupun dapat itu namanya bonus anak soleh :3) atau mau lebih terjangkau kalau kamu ajak teman kamu yang pernah tinggal atau memiliki saudara di lokasi tujuan trip kamu. Pertama kamu bisa mendapat home stay gratis :) , atau minimal dibantu untuk menemukan home stay atau lokasi-lokasi yang keren abis di sana serta murah tapi gak murahan.

Setelah itu kamu konfirmasi kapan tanggal yang paling tepat untuk kamu ngetrip kepada orangtua. Jangan sampe lupa ya, kebahagiaan perjalanan anda sangat hubungan erat dengan SIP dari orang tua. (SIP : surat izin pergi). Jangan sampe kamu nekat jika tidak diberikan izin karena akan membahayakan diri kamu sendiri. Percaya deh .

Siap untuk ngetrippp yeay...(?) jangan lupa dirinci sedemikian sehingga berapa budget yang kamu perlukan, apa aja yang kamu perlukan selama ngetrip dan tingkat keamanan travel atau jasa tour yang kamu pilih. Lihat testimoninya, include exclude dan lebih baik sih rekomendasi dari teman :) siap semua, misalnya tiket berangkat, jasa tour dan kesehatan yang benar-benar sehat, merupakan kunci kebahagiaan jalan-jalan kalian, yaaayy...

Alat apa aja yang mesti dibawa ya? Sesuaikan dengan lokasi kamu berlibur. Kalau ke tempat berair usahakan bawa pakaian yang tipis dan berbahan katun. Karena apabila kamu bawa pakaian tebal dan tidak menyerap air maka sesungguhnya akan merepotkan dirimu sendiri :’) kalau ke dataran tinggi? Pilih pakaian yang tidak terlalu tebal namun hangat. Bahan flanel misalnya, ringan dan hangat, gitu kata orang sih. Perhatikan juga jumlah baju yang dibawa, jangan over ya, karena kamu akan kerepotan dari mulai berangkat sampai pulang ke rumah karena berat-beratin bawaan, hik. Obat-obatan pribadi kayak suplemen, minyak angin, cairan pembersih kacamata, pembalut (untuk wanita dibawa aja untuk persiapan) sampai obat pencegah masuk angin jika diperlukan. Jangan sampai merepotkan teman seperjuangan ya :) oh iya ingat bawa kamera, immportant think! Haghag. Karena buat apa jalan jauh kalau gak ada yang diabadikan (?) Bawa kamera seperlunya jangan sampe bawa lensa sepaket, udah kayak mau nyiarin sepak bola gitu lensa kameranya :’) simpel dan kualitas bagus, itu cukup. Jangan membawa gadget berlebihan karena akan meningkatkan rasa khawatir akan rusak atau terkena air pada saat berlibur. Kalau ke laut jangan lupa waterproof , karena air laut sangat mematikan gadget apabila saling bersentuhan (?) misalnya kecipratan, terkena ombak, dll. gak nanggung-nanggung loh kamera atau smartphone kamu bisa karatan karena kena air laut, hik.



Oke selamat menjalankan hobi masing-masing, moga diberikan kesehatan, supaya bisa bahagia melakukan hobi-hobi kita lainnya. Salam sepoy dari angin malam kota Depok :’). Ajeng, 20 tahun lebih 6bulan.



Bonus foto-foto liburanku di beberapa tempat yang pernah aku kunjungi :)
Pahawang, Lampung, INDONESIA

Bunga kuning Alun-Alun, Malang, INDONESIA

Sunrice Indah, Bromo, INDONESIA

Pantai Sepanjang, Yogyakarta, INDONESIA

DreamLand, Bali, INDONESIA

Bromo, INDONESIA

Di atas Pulau Dewata, INDONESIA
Kampung Inggris, Pare, INDONESIA

Bangunan Tua depan masjid Agung Bandung, INDONESIA

Bukit Munara, Parung, INDONESIA
museum Kretek, Kudus, INDONESIA


Sam Poo Kong, Semarang, INDONESIA

Gua Kreo, Semarang,INDONEISA

Gua Kreo, Semarang,INDONEISA


Komentar