Rutinitas
yang padat membuat sebagian orang menjadi kurang peduli terhadap lingkungan.
Banyak dari kita berkeinginan untuk menolong, peduli dan ikut serta dalam rangka
menjaga kelestarian lingkungan. Faktor kesibukan, malas dan kurangnya himbauan
kepada masyarakat yang membuat masyarakat tersebut enggan untuk turut serta
menjaga kelestarian lingkungan.
Ketika
badan terasa letih karena menjalani aktivitas yang padat, membuat kita malas
dan enggan untuk mempedulikan lingkunga sekitar. Misalnya ketika melihat sampah
plastik yang tergeletak di pekarangan rumah, dibiarkan begitu saja. Kisah lain,
ketika memakan permen ketika di transportasi umum malas untuk menyimpan bungkus
permen tersebut di dalam tas. Dengan alasan nanti di semutin, kotor, takut lupa
buang dan lain sebagainya. Lalu tindakan instan dengan membuang bungkus permen
tersebut tidak pada tempatnya. Untuk melakukan hal kecil saja malas, bagaimana
jika diajak untuk berpartisipasi membersihkan sungai Ciliwung yang menjadi
tempat pembuangan sampah bagi penduduk yang ingin lingkungannya hancur
perlahan?
Hidup
itu tidak selalu berjalan mulus. Kadang hal kecil yang sering disepelekan,
datang kembali dimasa depan menjadi boomerang. Lalu hal apa saja yang sering
sekali diabaikan namun berdampak besar untuk mengasrikan bumi ini? Yuk coba
ambil alat tulis dan buat notes kecil sebagai reminder untuk diri sendiri
terlebih dahulu.
Pencemaran
yang akan saya bahas pertama adalah air. Kebetulan saya mengikuti komunitas
Earth Hour Depok. Disitu kita bisa berbagi bagaimana cara menjaga lingkungan
dan menguragi kerusakan yang sudah ada sekarang. Ada yang berbagi informasi
kepada saya bagaimana mendapatkan kategori kota adipura dan ternyata Depok
masih jauh sekali. Apalagi bila ditinjau dari kualitas air untuk dikonsumsi.
Untuk mendapatkan kategori kota adipura setidaknya pasokan air bersih untuk
masyarakat adalah 70 persennya.
Lalu
bagaimana kita untuk mengurangi polusi air? Pertama pilih detergen yang ramah
lingkungan. Misalnya detergen pakaian kita bisa lihat dari banyak busa yang
dihasilkan. Semakin banyak busa yang terlihat maka bisa dikatakan detergen
tersebut tidak ramah lingkungan. Lalu pilihlah detergen buatan lokal. Mengapa?
Karena kita bisa mengurangi kadar karbon monoksida yang terjadi saat
kapal-kapal barang import mengirim barangnya. Dengan menggunakan produk lokal
pengiriman barang akan sedikit berkurang. Walaupun sedikit tidak masalah bukan?
Daripada tidak sama sekali.
Kedua
penggunaan debit air yang diminimalisir. Jika kita sadari mencuci tangan cukup
mengeluarkan banyak debit air. Kadang kita tanpa sadar membiarkan kran air
terbuka saat menyabuni tangan. Tidak ada salahnya ketika menyabuni kita
mematikan kran terlebih dahulu. Hemat air, berpartisipasi dalam menjaga
lingkungan dan memberikan hak air bersih kepada orang lain, jika kalian
melakukan hal tersebut di lingkunganmu.
Dilanjutkan
kepada pemakaian tisu yang berlebihan. Di musim hujan seperti ini flu menjadi penyakit
yang mudah dialami sebagian orang. Secara tidak sadar dan mengambil jalan
pintas untuk membuang lendir di hidung (ingus) menggunakan tisu. Praktis dan
murah. Tahukah kamu tisu terbuat dari kulit kayu yang akan dijadikan pulp atau
bubur kertas? Saya pernah membaca artikel bahwa tisu adalah pembabat hutan
terbesar di dunia. Menyedihkan bukan? Yuk hemat pemakaian tisu. Ketika flu
tidak ada salahnya membawa sapu tangan untuk mengelapnya. Disamping kita
berpartisipasi menjaga lingkungan dan hemat tisu mengelap dengan sapu tangan
juga mencegah iritasi pada kulit hidung. Karena sebenarnya permukaan tisu cukup
kasar ketika kita menggunakannya sering sehingga tisu yang bergesekan dengan
kulit hidung akan mengikis permukaan kulit hidung kita.
Selanjutnya
listrik. Listrik merupakan kebutuhan pokok manusia selain sandang, pangan dan
papan. Jarang sekali di kota besar tidak memanfaatkan aliran listrik. Gadget,
alat masak, mandi, sampai proses belajar pun memerlukan listrik. Pemadaman
bergilir hanya sesaat saja sudah banyak mengeluh kapan nyala, gerah, lowbat dan
masih banyak lagi. Namun, tahukah kamu semakin tinggi konsumsi listrik maka
akan semakin tinggi emisi karbon yang dihasilkan dari pembakit listrik, sekitar
60 persen diantaranya menggunakan bahan bakar fosil (mineral yang terjadi
karena pengendapan makhluk hidup yang sangat lama prosesnya). Sementara
pembakaran bahan bakar fosil penyebab utama terjadinya pemanasan global yang
menyebabkan suhu di bumi akan meningkat secara global.
Lalu
bagaimana cara mengurangi pemakaian listrik namun tidak menghalangi aktivitas
kita? Mudah sekali, berapa banyak arus listrik yang terbuang sia-sia karena
kita malas atau lupa mencabut charger dari stop kontak? Yuk mulai dari sekarang
cabut kabel charger yang sudah selesai mengisi handphone atau laptop kita. Lalu
jangan biasakan menonton televisi sebelum tidur, karena sebagian besar akan
tertidur dan lupa mematikan televisinya.
Berikutnya
mengurangi pemakaian dispenser. Kita pasti punya kulkas di rumah. Tidak ada
salahnya mengisi air di dalam botol dan menaruhnya di kulkas saja tanpa perlu
menyalaka dispenser lagi. Bukankah fungsi kulkas untuk mendinginkan juga, jelas
iya.
Terakhir
pemakaian plastik. Mungkin sudah banyak yang membaca bahwa plastik ketika
berbelaja di swalayan akan dikenakan biaya. Ini sangatlah baik, karena tidak
dipungkiri bahwa sebagian masyarakat suka meminta plastik lebih kepada swalayan
dan tentunya akan mempercepat habisnya stok plastik sehingga produksi plastik
semakin meningkat. Tidak ada salahnya membawa tote bag sebelum berbelanja.
Selain hemat plastik juga terlihat lebih indah.
Malas
membawa tumblr atau botol minum
menjadi tradisi orang Indonesia. Dengan membawa tumblr kita bisa menghemat
pengeluaran karena tidaklah perlu membeli minum diluar dengan kemasan botol
plastik yang nantinya aka menjadi sampah baru. Yuk bawa tumblr untuk traveling,
sekolah atau kumpul bareng keluarga.
Sekian
sedikit informasi ini, semoga teman-teman sekalian bukan hanya membaca namun
mengaplikasikannya dikehidupan dan saling mengingatkan kepada orang terdekat.
Terima kasih telah membaca.
Glayem Beach
DPR-Taman Bunga Nusantara
Taman Bunga Nusantara
How beautiful Indonesian'n Places are.. Gak akan menyesal untuk saling menjaga, kan? :) Salam Cinta Lingkungan..
semoga ini bukan postingan pertama yang ada di blog km
BalasHapuskomentar maksudnya
BalasHapus