Dear temanku..
Takdir kita untuk berpapasan mata
Saling menilai tertegun dihati
Entah apa yang kau pikirkan
Begitu pula yang kau hatimu bicara
Angin tetap berhembus
Mentari tetap berpijar
Aliran sungai mulai bermuara ditempatnya
Tanah pun mulai menggumpal
Saat itu
Pertemuan kita
Kau ingat?
Mungkin iya mungkin tidak
Namun kau tau?
Aku masih mengenangnya
Aku masih ingat betul
Ya sangat terrekam elok dimemoriku
Mungkin, aku saja yang terlalu menganggap ini manis
Atau bahkan kau juga rasa itu?
Aduhai.. Indahnya, kataku dalam hati
Namun,jika tidak?
Teman, kau yang aku banggakan
Kau yang selalu membuatku tertawa
Walau hanya hal spele yang orang lain tak mengerti
Atau bahkan menertawakan oranglain
Teman, kuingat betul
Tangan mungil
Rambut tipis terurai
Dan kulit halus yang melekat dipermukaan tubuh mungilmu
Dulu, kita sama-sama berlari
Berlari diatas tanah lembut
Bertabrakan dengan ilalang
Tak dipikir adakah hewan liar disana
Teman, dulu kita saling mendukung
Dulu kita saling menertawakan hal yang sama
Dulu kita bertukar cerita dan mewujudkan bersama dengan boneka-boneka
Dan ketika lelah, kita sandarkan kepala kita masing-masing dengan bertumpukan
Teman, aku rindu
Sungguh...
Teman aku ingin main
Tanpa beban
Tanpa dendam
Tanpa iri hati
Teman, kurindu kau
Dan bagaimana denganmu?
Komentar
Posting Komentar