Malam ini aku baru aja dapet sms dari teman dekatku. Ya..sudah sering kusebut namanya di tulisanku sebelum-sebelumnya.. Jadi isi smsnya begini " Jeng, tau ga pas pengumuman sbm kan ada yg lewat koran (enter) Nah itu tuh pas hari pengumumannya apa pas keesokan harinya?"
Seketika aku ingat betul setahun yang lalu dimana aku merasakan betul waswasnya menunggu hasil pengumuman sbmptn.
Entah bagaimana rasanya saat itu, deg degan super duper, sampe sakit tiap malem, jadi rajin sholat sunnah, sempet khatam beberapa kali, ya pokonya jadi lebih deket sama Allah.
Tapi semua itu langsung berubah 180derajat! Malas, kecewa, gak tau rencana Allah apalagi kedepannya, gak tau aku mesti ngapain, gak tau gimana caranya bersyukur dan aku langsung ninggalin hal-hal yang seharusnya kulakukan sebagai seorang muslim..
Jujur, aku kecewa sama Allah saat itu. Aku bercermin pada teman-temanku yang malas belajar, malas beribadah, bahkan untuk mengingat Allah aja engga. Iya itu semua pikiran jahatku saat itu. Jahat betul bukan?
Tes kedua yang sangat aku nanti-nanti yaitu tes uji mandiri IPB. Sakit betul hatiku saat mengingat itu. Aku yang diantarkan oleh abangku malam-malam pergi untuk menginap dirumah calon istri abangku saat itu . Kupikir biar gak repot paginya langsung berangkat dari kosan itu ke dramaga IPB. Dan ternyata aku gagal lagi. Sakit bukan main, aku pikir sia-sia sekali apa yang telah kulakukan selama di SMA, selama aku menuntut ilmu hingga larut malam.
Sampai seminggu penuh aku seperti orang yang imannya berada dititik nol bahkan minus. Malas tarawih, malas tilawah, sahur juga malas, buka puasa mesti dianterin makanannya ke kamar, apalah aku saat itu, tak tau bagaimana cara bersyukur. Astaghfirullahaladzim .
Hingga saat itu abangku menasihati, bukan untuk pertama kalinya namun sudah keyang berbelasan kalinya. Nasihat itu akan kuingat sepanjang hidup. Dimana ketika abangku berada dititik keterpurukan . Keterpurukan yang lebih dalam dari aku. Dan sebuah sepeda motor yang menyalipnya dari kanan langsung menghempas segala kekeliruan hatinya si abang. Ya, jadi si pengendara sepeda motor itu mengenakan jaket yang bertuliskan "jangan menyerah" seketika air mata kami jatuh , bukan karna kita saudara sekandung yang bisa merasakan satu sama lain melainkan berintropeksi diri atas kekeliruan yang telah diperbuat.
Allah maha Adil, sangat ADIL! Ingat SANGAT ADIL! Coba buka surat At-Tin ayat tetakhir sangat jelas dijelaskan pada ayat tersebut.
Allah telah merencanakan semuanya dengan sangat indah. Diluar dugaan. Allah memberikan apa yang aku butuhkan ,bukan yang aku inginkan karna sekedar hawa nafsu belaka.
Pesanku, ketika dalam keterpurukan. Cobalah untuk menelaah kejadian-kejadian sebelumnya. Bukan untuk disesali, namun untuk diperbaiki.
Ucapan selamat terbesarku untuk teman-teman yang telah tertera namanya di Universitas/Institut Negeri. Pesanku janganlah mengekspos hasil pengumuman indah itu, tidak semua orang bisa mendapatkan pengumuman baik itu. Coba hargai teman-teman yang masih berjuang.
Selamat datang dipintu gerbang kehidupan sesungguhnya, yaitu dunia perkuliahan.
Dan selamat untuk merasakan kerinduan pada masa-masa SMA yang takkan bisa terulang kembali. Jika sulit berucap "aku kangen kalian teman-teman" , cukup doakan supaya kita semua bisa beriringan menuju syurgaNya.
"aku rindu kalian wahai penghuni CLOSE_A, sampai ketemu hari jumat"
Komentar
Posting Komentar