Renungan............ Ibu Kota


    Ibu Kota kita "Jakarta" yang dikenal dengan gedung menjulang, mall tempat shopping, bajaj, copet,busway,Bunderan HI, aneka patung yang saya dengar berkiblat ke monas, sertaaa MONAS itu sendiri,tempat mengadu nasib,polusi,OH iyaa Macetnya itu juga gak ketinggalan. Banyak banget deh hal-hal yang menarik dan dikenal banyak orang tentang Ibu Kota Jakarta ini.     Apa sih pendapat mereka disana,, Everywhere dari sabang sampai marauke......tentang Jakarta?What They Say ..
"Yang ada didalam angan saya dan pengalaman dan baca-baca diinternet dan kawan kawannya..ini dia pendapat mereka..
1. menurut pendapat Kakak saya yang pertama "Tyas Febriatmoko" "Jakarta itu luas,tempat mencari pekerjaan,macet *lalu Ia berlalu ketika saya menanyakan hal ini* 

2.Jakarta itu tempat gue lahir,nenek gue bapak gue semuanyaaaa keluarga besar gue tinggal disini "Kata seorang teman saya yang tidak mau disebutkan namanya"

3.Fadheel Muhammad I "banjir,macet,kumuh. banyak orang dan gitu2 aja..gaada perkembangan"

4. Dani Himura "Raftiiiiingggg" -________-
5.Ibu saya "nih liat nih" *suruh liat ke tivi dan itu berita tentang Banjir bandang yang dialami Jakarta.

6.Dwi Rachmawati "gak bisa diucapkan kata2. panjang. turut prihatin"

7. Muhammad Nur A "Ruweeett" 

daaaann menurut penemuan saya di google

1. Pedagang rujak buah Pendapat : Harga sembako naik terus. Kala harga buah-buahan sih sebenarnya tergantung musimnya tergantung musimnya. Kalau lagi musimnya, harganya bisa turun. Tetapi kalau lagi nggak musim,duh jadi naik. Kalau masalah merokok, saya suka merokok saya suka meokok. Yang buat iseng-iseng aja. Kalau banjir saya sih ga kena, soalnya rumah saya di daerah yang tinggi. aja! Harapan : Pengennya sih, nggak ada penggusuran pedagang kaki lima. Kasihan kami yang sedang mencari uang. Untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit.

2.Tukang kunci Pendapat : saya ini sebenarnya bukan warga Jakarta. Saya Cuma pendatang dari jawa barat. Tapi saya gak nyesel banget dating ke Jakarta karena bisa jadi tukang jualan. Lumayankan dapat penghasilan. Mengenai banjir, itu terjadi di lingkungan rumah saya. Biasanya kalu hujan. Harapan : Pengen sukses, dapat uang banyak. Sama pengen gak ada pengguran lagi deh. 3.        Penjualan gorengan Pendapat : macet Harapan : pengen Jakarta nyaman, aman, dan tertib. Pengennya gak ada kemacetan lagi, tapi pedagang kaki lima masih boleh ada 4.        Penjual buku Pendapat : rumah saya kebanjiran. Selain itu, semenjak pemerintahan SBY, cari uang dan usaha jadi sulit , nggak kayak dulU. Harapan : perekonomian lancar, paling tidak ada perubahan, harga bisa murah lagi. 5.        Pengamen jalanan Pendapat : hidup di Jakarta itu susah, tapi tergantung gimana orang ngejalaninnya. Kalo saya sih enjoy aja!
6.Ibu rumah tangga Pendapat : Jakarta itu kotor, makanya sering terjadi banjir, warganya suka buang sampah sembarangan dan tidak punya kesadaran untuk menja kebersihan.
7.Wulan (pelajar) Pendapat : macet, banjir, copet, nggak aman, orang-orangnya jorok, terminalnya bau pesing. Harapan : Pemerintah tambahin jalur hijau 

8.Euis Juleha (ibu rumah tangga) Pendapat : polusi udara dan suara, bising, banyak sampah, kotor, banjir, banyak sampah. Harapan : harus lebih bersih lingkungannya terutama perairannya, agar tidak terjadi banjir

9.Penjaga warung Pendapat : banjir, siklus banjir lima tahun ,padat penduduk,banyak pengangguran,sulit cari pekerjaan. Harapan : bisa berusaha dan berwiraswasta      Nahhh itu sih kata mereka kalo versi saya nih "Jakarta itu sebenernya gak buruk buruk amat! Sebenernya Jakarta itu bisa berkembang dan bahkan majuuu .. 

  JIKALAU manusia-manusianya bisa menjaga kebersihan, disiplin, tidak serakah, jujur,dan buat para penata kota lebih jeli lagi daaan berfikir panjang mengenai pembangunan! Jakarta insyaAllah bisa berubah! Percaya deh! Cuma ya itu gimana cara mewujudkannya..

  Hal positif lebih afdol keluar/muncul dari diri sendiri sih sebenernya. Kalo kita ngerti dampaknya,kita akan peduli. Kalo kita peduli majulah lingkungan tempat yang kita huni saat ini.      

  Pembangunan gedung di Jakarta sih menurut saya terlalu lebaayyy!! Lebaynya pake kata "BANGET" Soalnya apaa, ya apalagi selain pembangunan itu memakan dengan serakah tempat penyerapan air. Dari SD udah diajarin penyebab banjir dan akibatnya.Nah kenapa pelajaran SD itu gak diterapin lagi?   

   Banjir , banjir itu adalah tumpahan air dari sungai dalam jumlah besar yang bisa menyebabkan banyak kerugian. Okesip diunderline yaaa "banyak kerugian" Nah kalo udah tau kenapa tetep dilakuin?    

  Banjir itu bisa dicegah,dengan memberikan space untuk air lewat pada tempatnya, bukan kejalan-jalan yang untuk dilewatin masyarakat!     

  Kenapa sih air bandel lewat-lewat jalan kita? Kalo si air bisa bicara dia bakal bilang seperti ini "Wahai manusia,ini tempatku.Kau yang telah serakah menempati tempatku. Bukan salahku jika saat musim hujan tiba teman-temanku datang berbondong-bondong menerpa kalian."

  So, pesan saya "jadilah manusia yang peka dan bisa memberikan perubahan untuk negeri ini"Sekian!


Komentar